Nama : Sindi Saputri NIM : G1E121035 Kelas : A 1. Jelaskan mengapa ada perbedaan antara maturasi sel limfosit T dan maturasi sel limfosit B, lalu bagaimana peran maturasi sel limfosit T dan B dalam mempertahankan imunitas? dan berikan contohnya. Jawab: 2. Bagaimana peran farmasis dalam siklus manajemen obat pasien pasca transplantasi untuk meminimalkan efek samping dan berikan contohnya. Jawab : 3. Bagaimana perubahan lingkungan dapat memengaruhi respons imun adaptif, terutama kemampuan sel T dan sel B dalam merespons vaksinasi covid 19. Jawab : 4. Bagaimana mekanisme kerja agen imunoterapi dalam merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker, dan berikan contohnya. Jawab:
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusPotensial redoks adalah ukuran kecenderungan senyawa untuk memberi dan menerima elektron. Apa kegunaan ukuran untuk senyawa ini pada potensial redoks?
BalasHapusUkuran potensial redoks ini berguna untuk membantu operator
Hapusfermentor untuk mengetahui jumlah agen oksidasi dan memastikan dalam kisaran yang tepat untuk
pertumbuhan sel, terutama ketika oksigen terlarut pada tingkat yang sangat rendah. Penentuan potensial
redoks adalah sebuah pengukuran potensiometri yang dinyatakan sebagai milivolt (mV).
Pada materi ionisasi obat, di video disebutkan bahwa membran akan lebih permeabel terhadap bentuk yg tidak terionisasi karna kelarutan lipidnya yg lebih besar, apakah boleh dijelaskan lebih rinci mengenai membran apa yg bisa permeabel ini?
BalasHapusKebanyakan obat diberikan secara oral dalam bentuk sediaan padat.
HapusObat tersebut mengalami pelarutan bahan obat dalam cairan gastrointestinal sebelum diabsorpsi. Penghantaran zat aktif ke sirkulasi
sistemik memerlukan transpor awal melalui membran lambung dan usus. Membran biologis dengan sifat lipoid, biasanya lebih permeabel terhadap zat yang larut dalam lemak.
Yang mana suatu obat yang bersifat basa lemah (pKa 5-11), seperti amin
aromatik, alkaloid, dan lain-lain, bila diberikan melalui oral, maka di
dalam lambung yang bersifat asam (pH 1-3), sebagian besar akan
menjadi bentuk ion, yang mempunyai kelarutan dalam lemak sangat
kecil sehingga sukar menembus membran lambung. Bentuk ion
tersebut kemudian masuk ke usus halus yang bersifat agak basa (pH
5-8), dan berubah menjadi bentuk tidak terionisasi. Bentuk ini
mempunyai kelarutan dalam lemak yang besar sehingga mudah berdifusi menembus membran usus.
Suatu obat yang bersifat asam lemah (pKa 3-7,5) seperti asetosal,
fenobarbital, dll, pada lambung yang bersifat asam akan terdapat
dalam bentuk tidak terionisasi, sehingga mudah larut dalam lemak dan
mudah menembus membran lambung. Senyawa yang
terionisasi sempurna, pada umumnya bersifat asam kuat (pKa < 2,5)
atau basa kuat (pKa > 11), mempunyai kelarutan dalam lemak sangat
rendah sehingga sukar menembus membran saluran cerna.
Obat yang bersifat asam sangat lemah (pKa > 7,5) atau basa
lemah (pKa < 5) umumnya berada dalam keadaan tidak terionisasi
pada semua suasana pH saluran cerna, sehingga absorpsi obat ini
cepat dan tidak tergantung pada pH
Baik, jadi membran yg bersifat lipoid itu itu akan permeable terhadap zat yang larut di dalam lemak. Yang mana jika obat bersifat basah lemah akan membentuk ion sehingga kelarutan dalam lemaknya sangat kecil. Dan jika obat bersifat asam maka obat tidak terionisasi sehingga dapat larut dalam lemak.
Hapus